Berbagai Dampak Merugikan Covid-19 dalam Beberapa Sektor

 

A.   ABSTRAK

Setiap manusia pernah mengalami sakit. Penyakit yang diderita oleh setiap makhluk berbeda satu dan yang lainnya. Sakit merupakan suatu keadaan dimana tubuh tidak berada pada kondisi normal yang disebabkan oleh beberapa faktor dari dalam maupun luar tubuh. Berdasarkan karakteristiknya penyakit dapat digolongkan menjadi 2 yaitu penyakit menular dan penyakit tidak menular. Penyakit menular mendapatkan perhatian yang lebih dari pemerintah dibanding dengan penyakit tidak menular. Penyakit menular adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau parasit yang dapat ditularkan melalui media tertentu. Penyakit menular sering juga disebut penyakit infeksi karena penyakit ini diderita melalui infeksi virus, bakteri, atau parasit yang ditularkan melalui berbagai macam media seperti udara, jarum suntik, transfusi darah, tempat makan atau minum, dan lain sebagainya. Tingginya kejadian penyakit menular berbasis lingkungan yang masih merupakan masalah kesehatan terbesar masyarakat Indonesia. Salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan dapat menular ke manusia ialah Virus Corona.

B.    PENDAHULUAN

Pada Desember 2019 dilaporkan bahwa virus corona jenis baru atau SARS CoV-2 pertama kali muncul. Virus yang menyebabkan gangguan pernafasan itu telah menyebar ke hampir semua negara di dunia. Penyebarannya begitu cepat, 3 bulan setelah laporan pertama di Wuhan China, virus itu telah masuk ke Indonesia. Melihat sebaran virus corona, organisasi kesehatan dunia WHO telah mendeklarasikan bahwa Covid-19 sebagai pandemi global. Sebagai upaya penghentian laju penyebaran virus, banyak negara yang menerapkan lockdown untuk menghentikan segala aktivitas keluar maupun yang akan masuk kedalam negeri. Di Indonesia sendiri, meskipun tidak sepenuhnya menerapkan lockdown, namun banyak daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya masing-masing. Masyarakat diminta untuk berdiam diri di rumah dan mengurangi kegiatan diluar rumah.

     Tujuan utama untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona memang tepat sasaran. Namun hal ini juga menimbulkan berbagai dampak negatif, terutama pada sektor perekonomian dan pendidikan di Indonesia. Banyak sekali kerugian yang dialami oleh industri besar, menengah maupun kecil yang berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi para karyawannya. Pada sektor pendidikan, kegiatan belajar-mengajar terpaksa harus dilakukan dengan menggunakan sistem daring. Meskipun belum ada penelitian resmi yang menyatakan seberapa besar efektivitas pembelajaran sistem daring ini dibandingkan dengan pembelajaran secara manual, namun melihat realitas saat ini banyak dari kaum pelajar dan mahasiswa yang mengeluhkan pembelajaran jarak jauh tersebut.

C.    PEMBAHASAN

Dampak wabah virus Corona (Covid-19) tidak hanya merugikan sisi kesehatan. Virus yang bermula dari Kota Wuhan, Tiongkok, ini bahkan turut mempengaruhi perekonomian negara-negara di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Ekonomi global dipastikan melambat, menyusul penetapan dari WHO yang menyebutkan wabah Corona sebagai pandemi yang mempengaruhi dunia usaha. Beberapa stimulus ekonomi diluncurkan, bahkan Presiden Joko Widodo meminta seluruh pihak untuk melakukan social distancing termasuk Work From Home (WFH) dan beberapa Kepala Daerah memutuskan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar

Ada enam lapangan usaha yang berpotensi terdampak cukup parah akibat pandemi coronavirus disease 2019 atau Covid-19. Mencakup penyedia akomodasi, dan makanan dan minuman, perdagangan, transportasi dan pergudangan, konstruksi, industri pengolahan, dan jasa lainnya.

Menurut lembaga riset SMERU dalam kajian terbarunya, situasi tenaga kerja di enam sektor ini dapat menjadi informasi dasar bagi pembuat kebijakan dalam menyusun strategi yang efektif. Terutama untuk menanggulangi dampak pandemi Covid-19 terhadap ketenagakerjaan di Indonesia. Krisis ekonomi yang dipicu oleh pandemi Covid-19 memengaruhi situasi ketenagakerjaan di Indonesia. Pengurangan kegiatan ekonomi lewat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dilakukan untuk menghambat penyebaran coronavirus menimbulkan kontraksi ekonomi di berbagai sektor. Hambatan perdagangan dengan mitra dagang Indonesia juga berdampak hal serupa.

Akibatnya, sejumlah tenaga kerja terpaksa dirumahkan untuk sementara waktu. Bahkan sebagian lainnya mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Banyak pekerja sektor informal kehilangan pekerjaan. Penurunan jumlah pekerja ini akan terus terjadi seiring melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang, menurut Badan Pusat Statistik, pada triwulan pertama 2020 hanya sebesar 2,97%.

Masih kurangnya kesadaran masyarakat mematuhi protokoler kesehatan menjadi salah satu penyebab sulitnya memutus rantai penularan Covid-19 di negara kita. Sikap kurang peduli sebagian warga masyarakat mematuhi protokol kesehatan, khususnya 3M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir dan menjaga jarak) membuat angka kasus Covid-19 di negara kita terus meningkat.

Salah satu pemicu masih tingginya sikap apatisme warga masyarakat terhadap bahaya dan pencegahan Covid-19 , yaitu rasa tidak percaya bahwa Covid-19 benar-benar ada dan rasa yakin bahwa dirinya tidak akan bisa tertular Covid-19. Apapun konsep yang dilakukan, entah itu lockdown, social distancing atau apa pun lainnya, jika masyarakat tidak bisa disiplin dan punya kesadaran tinggi, itu tidak akan pernah berhasil. Pemerintah-pemerintah daerah, dalam kondisi seperti ini, juga diminta memiliki manajemen kelola yang mumpuni dalam mengendalikan masyarakat mereka. Pemerintah daerah harus memiliki strategi yang tegas agar imbauan-imbauan yang dikeluarkan dapat ditaati oleh masyarakat setempat Para pejabat desa harus turun langsung dan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Libatkan seluruh perangkat yang ada seperti PKK hingga Karang TarunaPemuka-pemuka agama di berbagai daerah juga diminta untuk menanggapi persoalan yang ada dengan bijaksana dan turut serta dalam menyosialisasikan arahan pemerintah.

          Setiap hari orang yang terkonfirmasi virus corona bertambah besar di Tanah Air. Hampir dua pekan terakhir jumlahnya tak pernah melandai dari 100 kasus per hari. Rumah sakit rujukan pun kebanjiran pasien positif Covid-19, termasuk mereka yang masuk kategori pasien dalam pengawasan (ODP). Sejak kasus positif COVID-19 meningkat drastis hampir sebulan terakhir, banyak rumah sakit di daerah kewalahan menangani lonjakan pasien yang terinfeksi coronavirus.

Tak hanya di Indonesia, pandemi COVID-19 menyebabkan banyak rumah sakit di seluruh dunia mengalami kesulitan baik secara manajemen maupun sarana prasarana dalam memberikan pelayanan karena jumlah pasien melonjak dalam waktu singkat.

Terlebih COVID-19 merupakan penyakit menular mematikan dengan waktu dari mulainya penyakit sampai dengan menjadi parah terjadi dalam satu minggu.. Pasien dapat mengalami kegagalan sistem pernafasan akut dan membutuhkan sarana dan prasarana khusus seperti ICU, ruangan isolasi khusus, oksigen atau ventilator. Sebuah riset berbasis pemodelan memprediksi pekan depan rumah sakit di Jakarta dan lima provinsi terbanyak kasus infeksi corona akan makin susut kemampuannya merawat pasien parah akibat COVID-19 yang membutuhkan ruang perawatan intensif (ICU) dan ventilator karena terbatasnya fasilitas tersebut.

D.   KESIMPULAN

-          Aplikasikan bagaimana cara pencegahan penyebaran COVID-19 dalam kehidupan sehari-hari.

-          Hindari kontak langsung dengan orang lain, dan usahakan agar tidak keluar rumah kecuali di saat yang genting.

-           COVID-19 adalah virus yang merusak sistem pernapasan dan dapat menyebabkan beberapa komplikasi akibat infeksinya hingga kematian.

-          Jangan terlalu merasa tertekan dan terbebani selama masa pandemi wabah ini, karena yang dibutuhkan adalah kuatnya sistem imun atau metabolisme tubuh dan dapat meningkatkan imun denngan olahraga serta makan makanan yang sehat