Resensi Buku
Chairul Tanjung Bangkitnya Cendana?
a.
Identitas buku
-
Judul Buku: Chairul
Tanjung Bangkitnya Cendana?
-
Penyunting: A.
Yogaswara, Aref Rahmat dan Rudy Rahman Hakim
-
Penerbit
: Media Pressindo (Anggota IKAPI)
-
Cetakan
: I, 2012
-
Tebal
: x+198 halaman
-
ISBN
: 978-979-911-169-2
b.
Sampul buku
c.
Pembuka buku
Buku ini meringkas kehidupan Chairul Tanjung yang tentunya tidak semudah yang kita bayangkan. Seorang anak cerdas yang hidup di lingkungan kumuh Jakarta, berbisnis demi membayar uang kuliah, dan meninggalkan praktik dokter gigi demi memenuhi panggilan jiwa pengusahanya yang mulai ia rintis sejak berada di bangku perkuliahan. Juga terdapat klarifikasinya terhadap isu-isu negative yang berbisik di balik kesuksesannya. Tidak hanya menjadi buku biografi biasa, buku ini dapat menjadi motivator bagi mereka yang memiliki mimpi serupa dengannya. Membangun Indonesia melalui hal-hal yang dapat kita lakukan, bukan pada hal-hal yang bisa kita keluhkan.
Nilai-nilai buku
Layaknya sebuah bola karet yang dijatuhkan, seseorang membutuhkan benturan pada dasar lanta sebelum akhirnya memantul dan melenting ke atas melebihi posisi semula. Masa sulit adalah satu-satunya ketika orang perlu menemukan daya pantul mereka. Hal yang sama berlaku pula bagi Chairul Tanjung. Cara terbaik untuk menyusuri jejak kesuksesan seseorang adalah dengan melakukan flash back ke masa lalunya. Buku ini menceritakan kisah awal Chairul Tanjung dari yang bukan siapa-siapa menjadi seorang pengusaha sukses. Tentunya dari buku ini, kita dapat mengambil pelajaran bahwa untuk meraih kesuksesan, sebuah bisnis harus dibangun berdasarkan niat dan nilai yang baik. Diimbangi dengan kerja keras dan cerdas. Selalu menyerahkan hasilnya kepada Tuhan, dan jika setiap pengusaha berpikir seperti ini, maka akan terbangun integritas dan kejujuran.
e. Kelebihan dan kekurangan buku
Kelebihan :
-
Berisi
nilai-nilai kehidupan yang dapat dijadikan motivasi,
-
Kisah
hidup Chairul Tanjung yang ditulis secara runtut dan lengkap,
-
Terdapat
tips-tips menjadi pengusaha sukses menurut pandangan Chairul Tanjung,
-
Dilengkapi
dengan kutipan-kutipan langsung dari Chairul Tanjung.
Kekurangan :
-
Terdapat
beberapa kalimat yang kurang efektif/ bertele-tele,
-
Terdapat
beberapa kata asing yang sulit dipahami.
Sinopsis buku
Sosok
pebisnis yang tangguh, mempunyai ambisi yang tak terbatas, pemikirannya yang
berada beberapa langkah di depan rata-rata orang, dan bercita-bercita negerinya
suatu saat nanti akan menjadi negeri yang besar, siapa lagi kalua bukan Chairul
Tanjung. Chairul Tanjung adalah salah satu
pengusaha sukses di Indonesia. Dia merupakan seorang pengusaha suskes sekaligus
CEO utama di CT Corp. Pada 2010, namanya berada pada urutan ke-937 dari 1000
orang terkaya di dunia versi majalah Forbes dengan total kekayaan mencapai USD
1 miliar. Di tahun 2014, Chairul Tanjung memiliki kekayaan sebesar USD 4 miliar
dan mencatatkan dirinya di jajaran orang terkaya dunia nomor 375 dunia.
Chairul Tanjung lahir di Jakarta tanggal 16 juni 1962.
Ayahnya bernama Abdul Ghafar Tanjung, dan berasal dari Sibolga, Sumatera Utara.
Ayahnya merupakan seorang wartawan pada orde lama yang telah menerbitkan surat
kabar beroplah kecil. Sedang Ibunya bernama Halimah, seorang wanita keturunan
Cibadak, Jawa Barat. Chairul Tanjung semasa muda hidup dalam keluarga yang
sederhana dan tinggal bersama dengan enam saudara lainnya. Pada masa orde baru,
ayahnya dipaksa tutup karena bersebrangan secara politik dengan penguasa saat
itu. Keadaan ini membuat mereka tinggal di kamar losmen yang sempit.
Chairul Tanjung bersekolah di SD Van Lith, Jakarta di tahun 1975.
Kemudian melanjutkan sekolah menengahnya di SMP Van Lith, Jakarta, pada tahun
1978, yang kemudian melanjutkan bersekolah di SMA Negeri 1 Boedi Oetomo,
Jakarta, di tahun 1981. Chairul Tanjung melanjutkan pendidikan kulliahnya di
Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia di tahun 1987, dan sempat
meneruskan study di IPPM tahun 1993. Semasa kuliah, Chairul Tanjung sempat
bekerja sampingan dengan berjualan buku kuliah stensilan, kaos, dan membuka
jasa foto kopi di kampus. Dia juga pernah mendirikan toko yang menjual
peralatan khusus kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen, Jakarta Pusat. Chairul
Tanjung juga pernah mendapatkan penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat
Nasional pada tahun 1984 – 1985.
Setelah lulus kuliah, ia membuka usaha bisnis ekspor sepatu anak dengan
nama usaha PT Pariarti Shindutama tahun 1987 bersama tiga orang temannya. Modal
mereka sebesar 150 juta yang mereka pinjam dari bank Exim. Bersama tiga orang
temannya, Chairul mendapatkan pesanan sepatu dari Italia sebanyak 160 ribu
pasang sepatu. Namun saat itu Chairul kemudian memilih keluar dari PT Pariarti
Shindutama karena ada perbedaan visi dan misi. Setelah keluar dari sana,
Chairul Tanjung kemudian mencoba membangun usaha sendiri dengan nama Para Group
di tahun 1987. Para Group merupakan perusahaan konglomerasi cikal bakal dari CT
Corp dibawah kepemimpinan Chairul Tanjung.
Modal jaringan yang luas menjadikan bisnis Para Group dengan cepat
berkembang. Terbukti pada tahun 1996, Chairul Tanjung melalui grup usaha Para
Group membeli kepemilikan Bank Karman dan kemudian mengubah namanya menjadi
Bank Mega pada tahun 1997. Walaupun saat itu kondisinya tidak terlalu
menguntungkan. Perlahan-lahan ia kemudian memperbaiki dan mengembangkan Bank
Mega. Sepak terjang sang dokter gigi yang terus berlanjut. Dia mengambil alih
saham mayoritas Carrefour Indonesia dan memborong saham media online detik.com.
Chairul Tanjung bertekad akan terus membuka kesempatan kerja lewat berbagai
unit usaha baru, juga menggagas berbagai organisasi dan kegiatan amal seperti
Chairul Tanjung Foundation, Rumah Anak Madani, Komite Kemanusiaan Indonesia,
dan We Care Indonesia.
Di bawah bendera Para Group, Chairul Tanjung berhasil mengembangkan
bisnisnya yang kemudian tersebar diberbagai bidang usaha seperti perbankan,
asuransi serta pembiayaan. Selain itu Para Group juga mengembangkan usaha
dibidang Properti serta investasi dan juga di bidang penyiaran serta
multimedia. Keberhasilannya berbisnis di berbagai bidang membuat Para Group
milik Chairul Tanjung menjadi salah satu perusahaan konglomerasi terbesar di
Indonesia. Chairul Tanjung kemudian mengubah nama induk usahanya dari Para
Group menjadi CT Corp. Pada tahun 2014, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
menunjuk dirinya sebagai Menko Perekonomian. Ia juga merupakan guru besar di
Universitas Airlangga. Selain itu Chairul juga aktif di bidang olahraga sebagai
ketua umum PBSI dan juga aktif di kegiatan sosial kemasyarakatan dimana hampir
sebagian besar waktunya ia habiskan di bidang tersebut selain mengelola
bisnisnya melalui CT Corp.

0 Komentar